Urticaria Papular, Ternyata Bukan Sekedar Gigitan Serangga.

wp-1517791382643..jpgUrticaria Papular, Ternyata Bukan Sekedar Gigitan Serangga.

Orangtua pasien laki laki usia 18 bulan sempat frustasi atas gangguan kulit yang diderita anaknya sudah 3 bulan tak kunjung sembuh. Gangguan tersebut berupa beberapa bintil merah berukuran sekitar 0,5 – 1 cm di sekitar ketiak. Sudah berbagai obat dan banyak dokter dikunjungi tetapi keluhan tersebut tidak juga sembuh. Sudah 6 dokter dikunjungi, 2 dokter anak dan 4 dokter kulit berbeda dikunjungi tetapi juga tidak ada perbaikkan. Bahkan orangtuanya semakin bingung karena ke 6 dokter teraebut mendiagnosa hal yang berbeda. Beberapa dokter mendiagnosis infeksi bakteri, dokter lain mendiagnosis alergi debu, alergi serangga, alergi tungau. Bahkan ada dokter kulit yang mendiagnosis tumor kulit. Berbagai diagnoais yang berbeda itu membuat orangtua semakin cemas dan khawatir. Akhirnya orangtua mencoba mencari berbagai informasi di internet ternyata banyak artikel alergi dan teatimoni beberapa pasien sengan keluhan yang sama pernah berkonsultasi ke salah satu dokter alergi di Jakarta. Saat berkonsultasi dengan dokter alergi teraebut orang tua mengikuti arahan dan advis dokter tersebut ternyata dalam beberapa minggu keluhan tersebut membaik.

Diagnosis dokter tersebut adalah Urticaria papular. Dikatakannya bahwa selama penyebabnya tidak diperbaiki tetapi hanya pemberian obat maka keluhan tersebut tidak akan membaik. Diungkapkan bahwa banyak faktor yang berpengaruh terhadap gangguan urticaria papular di antaranya yang utama alergi makanan dan diperberat oleh berulangnya infeksi virus saluran napas.

Sang dokter hanya mengadviskan untuk memperbaiki alerginya dengan eliminasi provokasi makanan dan memberikan obat yang tidak jauh berbeda dengan obat dokter sebelumnya berupa obat topikal steroid dan obat oral alergi. Dalam 1-2 minggu keluhan tertsebut berangsur membaik.

Urticaria Papular

Urtikaria papular adalah gangguan umum dan sering mengganggu dimanifestasikan oleh papula kronis atau berulang. Selama ini hal itu dianggap disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap gigitan nyamuk, kutu, kutu busuk, dan serangga lainnya. Tampilan papula individu dapat mengelilingi wheal dan menampilkan punctum pusat.

Meskipun tingkat kejadian secara keseluruhan tidak diketahui, urtikaria papular cenderung terlihat selama musim semi dan musim panas bulan; di beberapa iklim, seperti yang terjadi di San Francisco, California, kondisi ini dapat mempengaruhi anak-anak sepanjang tahun. Selain itu, meskipun ada kecenderungan ras atau jenis kelamin yang diketahui, kelompok etnis tertentu (khusus Asia) mungkin lebih cenderung untuk reaksi lebih intens, dan sebuah studi Nigeria kecil melaporkan dominasi perempuan sedikit untuk penyakit kulit seperti urtikaria papular dan dermatitis atopik. Urtikaria papular terbukti pada 2.24% dari pasien anak 5250 pertama kali, dengan 6029 diagnosa dalam satu survei layanan dermatologi anak. Sebuah survei dari gangguan kulit di lebih dari 1000 pasien anak baru di sebuah rumah sakit di Bangalore, India ditemukan reaksi urtikaria papular di 5,1% . Sebuah survei Nigeria dari 491 penyakit kulit pediatrik di 441 pasien ditemukan urtikaria papular di 6,7% diantara mereka.

Diskusi

Dalam kasus penderita di atas bila dianggap karena gigitan nyamuk dan serangga atau tungau sulit bisa dipahami. Karena sebelumnyabdengan riwayat lingkungan yang sama dan lokasi yang sama sebelumnya tidak pernah mengalami hal itu sedikitpun. Hal lain tempat predileksi atau tempat timbulnya gangguan lokasi adalah simetris dan letaknya di ketiak bukan predileksi tempat gigitan nyamuk atau serangga. Ternyata pada tangan dan kainya pada mulus tidak muncul sedikitpun. Bahkan di dalam rumah tidak ada seorangpun anggota keluarga yang mengalami hal yang sama bilanhal itu dikaitkan dengan serangga atau nyamuk.

Seperti kasus gangguan kulit lainnya seringkali banyak faktor yang berpengaruh biasanya yang utama adalah alergi makanan dan diperberat karena infeksi virus saluran napas dan sejenisnya. Dua faktor terseebut diikuatkan sebagai faktor utama utama karena terdapat riwayat hipersenatif saluran cerna juga pada anak trrsebut oada waktu bersamaan. Infekainvirua memicu lebih berat karena saat muncul bersamaan dengan munculnya badan hangat, demam, dan batuk pilek. Hal ini dikuatkan dengan gangguan tersebut akan memberat saat virus muncul dalam wakti 5 hari. Kemudian beberapa saat membaik saat muncul keluhan infeksi saluran napas lagi keluhan itu muncul lagi. Pada anak tersebut ternyata selama 3 bulan itu mengalami infeksi virus saluran napas berulang. Hal ini kuatkan dengan kontak flu berulang dari ibunya yang aelama 3 bulan juga sering mengalami flu berulang yang hilang timbul yang terkesan tidak sembuh.

Saat dilakukan eliminasi makanan gangguan tersebut membaik. Tetapi saat minggu pertama muncul lebih sedikit karena masih terkena flu berulang. Tetapi setelah minggu ke 3-4 gangguannya berangsur membaik. Saat penanganan gangguan tersebut dokter tidak pernah mengadviskan untuk melindungi dari gigitan nyamuk dan serangga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s